10 Hal yang Wajib Anda Siapkan Untuk yang Baru Pertama Kali Umrah

Bagi Anda yang baru pertama kali akan melakukan ibadah umrah, Anda pastinya bingung apa saja hal yang harus Anda lakukan sebelum umrah. Mulai dari kelengkapan dokumen, registrasi, barang-barang, dan lain sebagainya. Hal ini harus diperhatikan, karena jika ada yang tidak lengkap dipersiapkan, maka Anda bisa jadi tidak bisa khusyu’ beribadah umrah di Baitullah.

Nah, sebagai gambaran apa yang wajib Anda persiapkan sebelum berangkat umrah, Anda bisa mengikuti artikel berikut ini dari awal hingga akhir.

Persiapan Jasmani

Hal pertama yang harus dipahami adalah ibadah umrah sama halnya dengan ibadah Haji, yaitu rukun-rukunnya memerlukan kebugaran fisik yang prima. Oleh karena itu, jamaah umrah yang akan berangkat umrah setidaknya harus ada persiapan satu bulan sebelumnya agar dapat menyiapkan jasmani yang kuat supaya ibadah umrahnya lancar.

man-1245658_1280.jpg

Image by Free-Photos from Pixabay

Anda dapat menjaga kebugaran dengan mengkonsumsi makanan yang bernutrisi, serta mengkonsumsi makanan tambahan seperti madu, vitamin, dan seterusnya. Anda juga bisa mulai rutin berolahraga, seperti lari pagi, senam, atau olahraga lainnya. Dengan bekal tubuh yang kuat akan menunjang kelancaran Anda dalam melaksanakan ibadah umrah di Baitullah.

Persiapan Ruhani

Selain jasmani yang bugar, Anda juga harus mempersiapkan rohani Anda supaya dapat benar-benar tenang dalam melakukan ibadah umrah. Ibadah umrah membutuhkan niat yang tulus ibadah karena Allah SWT, serta keikhlasan dari hati. Sebab bagi orang yang menjalankan umroh berarti harus mengesampingkan pekerjaan dan keluarga untuk beberapa waktu. Selain itu, Anda juga harus mengeluarkan sejumlah biaya yang wajib dibayarkan lewat biro travel umrah yang Anda gunakan.

Persiapan Kelengkapan Data

Kelengkapan data yang harus dipersiapkan sebelum melaksanakan umrah antara lain KTP|Kartu Identitas Diri|Kartu Tanda Penduduk), paspor, visa, catatan vaksinasi, buku tanda nikah, tiket pesawat yang digunakan, bukti tanda terima pemesanan tempat menginap, bukti pembayaran, dan lain-lain.

Persiapan Barang Bawaan

Nah, ini adalah persiapan yang harus diperhatikan. Ada Baiknya, Anda membawa maksimal tiga tas dan koper untuk membawa barang bawaan Anda. sebuah koper berukuran besar, sebuah tas jinjing, dan satu tas berukuran kecil. Masing-masing dapat dipenuhi dengan barang bawaan sesuai keperluan. Misal untuk baju ditaruh dalam koper, tas jinjing untuk membawa peralatan mandi, obat-obatan dan kelengkapan dokumen, sedangkan tas berukuran kecil untuk membawa kelengkapan identitas, kertas tisu, lotion, dan lainnya.

Belajar Tentang Umroh

laptop-820274_1280.jpg

Langkah ini terkadang terlewat, padahal sebenarnya ini adalah langkah yang cukup penting untuk dilakukan. Sama pentingnya saat kita hendak melaksanakan suatu ibadah, kita wajib tau syarat sahnya, apa saja rukunnya, urutannya agar tertib, apa saja aturannya, dan doa yang harus diucapkan. Anda bisa mencari sumbernya yakni dengan membaca buku ibadah umrah, berselancar di internet tentang ibadah umrah, dan sharing dengan orang yang sudah melaksanakan ibadah umrah.

Menentukan Pilihan Jasa Travel Umroh Terpercaya

Sebaiknya, Anda memilih biro jasa travel umrah yang bonafid. Anda bisa memastikannya dengan cara melihat testimoni jamaah yang telah diberangkatkan, juga membaca profil serta riwayat travel umroh tersebut. Apabila biro travel umrah Anda telah memakai software khusus aplikasi umrah sehingga layanan mereka bisa Anda pantau melalui daring, misalnya dengan mengakses website, mendapat pemberitahuan surat elektronik dan SMS untuk progres pendaftaran Anda, dan seterusnya.

Membawa Obat-obatan Pribadi

Apabila Anda mempunyai riwayat terkait kesehatan yang tidak baik, mempunyai alergi khusus, dan membutuhkan meminum obat-obatan yang tidak umum, Anda perlu membawa obat-obatan khusus yang harus Anda bawa saat menjalani ibadah umrah. Selain obat khusus, obat yang umum misalnya P3K dan minyak angin, juga dapat Anda bawa secukupnya.

Membawa Barang-barang Spesifik Wanita/Pria

Barang-barang khusus wanita banyak macamnya, misal pakaian khusus wanita untuk umrah, mukena, kerudung, jarum pentul, inner hijab, kaos kaki, pakaian dalam, dan sebagainya.

Untuk pria, karena menggunakan kain ihram tanpa jahitan, Anda bisa membawa kain ganti dan juga baju ganti ihram yang dibutuhkan. 

Menyiapkan Doa-doa Sebelum Pelaksanaan Umrah

Saat umrah, biasanya ada beberapa doa yang ingin Anda ungkapkan. Ada pula titipan doa dari kerabat dan juga teman. Supaya selalu ingat, siapkan kertas khusus doa, agar Anda tidak lupa dan tidak blank saat berdoa di lokasi yang mustajab.

Persiapan Suplemen Tambahan untuk Menjaga Kekuatan dan Kesehatan Saat Pelaksanaan

Penting sekali menjaga ketahanan fisik saat mrelakukan ibadah umrah. Anda bisa memasukkannya dalam daftar barang bawaan, bawa di tas kecil sehingga Anda dapat meminumnya saat diperlukan.

Nah, itu tadi 10 hal yang harus Anda persiapkan sebelum umrah. Konsultasikan dengan biro travel umrah Anda serta ustad pemandu apa yang perlu dan tidak harus dipersiapkan. Semoga membantu!

Nyaman Beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Ini Dia Tipsnya

Menunaikan ibadah haji dan umrah pasti menjadi saat yang sangat dinanti-nantikan oleh kaum muslimin. Selain menjalankan rukun umrah, banyak kesempatan melakukan ibadah lain seperti sholat fardhu dan sholat sunnah. Apalagi, masjid yang dipakai untuk sholat adalah masjid yang bisa dibilang istimewa, yaitu Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Pastinya berlipat ganda pahalanya ketika melaksanakan ibadah di sana.

Sewaktu di Indonesia, kegiatan berangkat ke masjid jadi hal yang biasa. Namun, menjadi tidak biasa ketika Anda berada di tanah suci. Ada beberapa hal lain yang harus Anda perhatikan sebelum berangkat ke masjid, baik itu ke Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi. Perlu diingat, ada ribuan bahkan jutaan orang yang menunaikan ibadah di kedua masjid tersebut ketika musim haji dan umrah.

Nah, jangan sampai kesempatan Anda untuk memaksimalkan ibadah jadi terhalang karena kurangnya pengetahuan atau info seputar cara beribadah di masjid ketika berada di tanah suci. Yuk, kita simak beberapa tips ketika berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi berikut ini!

Ketahui Waktu Ketika Masjid Buka

Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah waktu masjid dibuka. Anda bisa mengantisipasi untuk datang lebih cepat, sebelum masjid dibuka. Berangkatlah minimal sepuluh menit menjelang adzan berkumandang. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan berdesak-desakan dengan jamaah lain, saat masuk Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi.

Jika Masjid Nabawi, pintu masuk telah mulai dibuka 1 jam sebelum adzan subuh dikumandangkan. Kecuali pada bulan suci Ramadhan, masjid dibuka selama 24 jam. Pintu masuk bisa lebih padat menjelang jam sholat.

Ingat, pintu masuk area Masjid Nabawi terbagi menjadi dua, jadi dibedakan pintu masuk antara jamaah pria dan perempuan. Jangan sampai tertukar, ya! Hal ini sedikit berbeda dengan Masjidil Haram, yang pintu masuknya jadi satu antara pria dan wanita. Dengan memperhatikan detail seperti ini bisa memudahkan untuk Anda saat hendak memasuki area masjid.

Ketahui Letak Tempat Berwudhu

Sebaiknya, Anda sudah dalam keadaan suci sebelum masuk area masjid. Anda bisa menyisihkan waktu untuk wudhu dari hotel tempat Anda tinggal selama di tanah suci. Walaupun, Anda juga dapat dengan mudah menjumpai tempat-tempat wudhu di sekitar masjid.

Usahakan agar Anda dapat menjaga wudhu selama ada di dalam masjid. Karena, saat Anda sudah berada di area dalam masjid, terutama Masjidil Haram, suasana sudah ramai dengan orang-orang yang juga menyiapkan diri untuk shalat. Ini juga agar Anda tidak perlu bolak-balik ke tempat wudhu.

Terutama bila Anda menghendaki shalat di shaf pertama dekat dengan Ka’bah. Sayang kan, jika Anda harus berpindah-pindah tempat lagi ketika telah menempati posisi shaf depan yang cukup dekat dengan Ka’bah?

Amankan Alas Kaki dan Bawa Alat Sholat

Berbeda dengan sholat di Masjid di Indonesia yang mengharuskan lepas alas kaki di luar masjid, Anda diharuskan merawat sendiri alas kaki yang Anda bawa. Bawalah tempat khusus untuk alas kaki Anda saat memasuki area Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Misalnya, dengan menyiapkan kantong atau tas kecil untuk menaruh sandal. Kemudian Anda bisa bebas membawanya ke dalam masjid, atau letakkan di tempat yang telah disediakan.

Nah, Anda juga wajib membawa alat sholat Anda sendiri. Misalnya sajadah atau tasbih yang biasa Anda pakai untuk beribadah. Upayakan tidak saling meminjam peralatan sholat meski dengan teman sesama jamaah, supaya tidak kerepotan dan lebih nyaman selama beribadah. Jangan ribet, agar tak terlewat waktu atau momen beribadah saat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Ketika Keluar Dari Masjid

Serupa ketika sebelum memasuki Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Anda diajurkan untuk menunggu sebentar hingga situasinya relatif kondusif untuk keluar dari masjid. Biasanya, orang-orang berebut untuk cepat keluar dari masjid sampai berdesak-desakan. Untuk menghindarinya, tunggu 10 hingg 15 menit setelah selesai shalat berjamaah sehingga lebih longgar.

8.jpg

Photo by Amien Taryamin on Unsplash

Anda dapat memakai acuan Menara Zam-zam untuk melihat letak pintu masuk dan keluar Masjidil Haram. Ingat untuk menyiapkan alas kaki yang telah Anda bawa di kantong sandal ketika keluar masjid. Usahakan selalu berada bersama rombongan jamaah Anda agar tidak kesasar kembali ke hotel.

Jika Anda Tersesat

Mengingat luasnya Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, ada kemungkinan bila Anda terlepas dari rombongan atau kesasar. Jika Anda mengalami hal ini, tak perlu bingung, karena kalau Anda panik akan makin membuat Anda kehilangan arah tujuan.

Jika Anda kesasar sewaktu di Kota Makkah, hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah menuju ke Masjidil Haram, lalu carilah pintu masuk nomor 1 King Abdul Aziz Gate. Jika Anda kesasar di Madinah, maka tunggulah di pintu masuk Masjid Nabawi.

Kenapa harus menunggu di pintu masuk masjid? Ya, karena di tempat itulah akan ada jamaah yang keluar masuk dan memungkinkan Anda bertemu dengan jamaah asal Indonesia. Anda dapat bertanya atau meminta bantuan untuk diantarkan ke rombongan Anda.

Nah, itulah beberapa tips saat berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Anda pasti merasa beruntung mendapatkan kesempatan mengunjungi dua masjid yang istimewa ini. Apalagi banyak sekali keutamaan yang bisa Anda dapatkan, salah satunya bisa berdoa di tempat-tempat yang mustajab seperti berdoa di Hijir Ismail dan Raudhah. Selamat beribadah!

Ini Dia 7 Destinasi Wisata Religi yang Harus Anda Kunjungi Saat Umrah di Tanah Suci

Siapa yang tak mau menunaikan ibadah ke Baitullah? Setiap mukmin pastinya ingin merasakan menjalani rangkaian ibadah haji ataupun umrah di Baitullah. Rasa rindu akan tanah yang menjadi saksi sejarah peradaban Islam tersebut, pasti ada dalam hati para muslim. Setiap tahun, ribuan bahkan jutaan orang datang mengunjungi Ka’bah untuk melaksanakan rukun Islam yang ke-5 tersebut.

Perjalanan umrah akan makin lengkap bila Anda meluangkan waktu untuk mengunjungi beberapa destinasi wisata religi di kota Makkah dan Madinah. Pastinya, wisata religi ini dapat Anda lakukan setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah umrah.

Niat utama berkunjung ke tanah suci adalah untuk melakukan ibadah. Adapun agenda berkunjung ke tempat wisata religi merupakan tambahan untuk semakin memperkuat keimanan juga semangat dalam beribadah. Juga untuk mengenang masa kejayaan Islam dengan melihat secara langsung lokasi bersejarah yang ada di tanah suci.

Nah, berikut ini tujuh tujuan wisata religi yang dapat Anda datangi selepas umrah ketika berada di Baitullah. Yuk, simak selengkapnya!

Jabal Rahmah

Jabal Rahmah merupakan tempat yang memiliki nilai sejarah, yaitu tempat pertama bertemunya Nabi Adam dan Hawa setelah sekian ratus tahun diturunkan ke bumi. Tidak heran, begitu banyak kaum muslimin yang berkunjung ke Jabal Rahmah untuk menyaksikan secara langsung Jabal Rahmah.

Ciri khusus yang ada di Jabal Rahmah ini, Anda bisa menemukan tugu persegi panjang dengan warna putih di atas bukit. Tugu beton ni menjulang setinggi sekitar 8 meter. Untuk sampai ke puncak bukit Jabal Rahmah, Anda harus naik setinggi 70 meter yang hanya dapat dilalui dengan cara berjalan. Jadi, pastikan Anda memiliki fisik yang kuat ya!

Gunung Uhud

Tempat yang kedua adalah Gunung Uhud. Masih ingatkah Anda tentang sejarah Perang Uhud? Ya, Perang Uhud adalah perang yang cukup fenomenal di zaman Rasulullah. Karena pada waktu itu terjadi perang besar antara umat Islam dan kaum kafir Quraisy di Gunung Uhud. Umat Islam terpukul karena mengalami kekalahan.

31.jpg

Photo by Sulthan Auliya on Unsplash

Tentunya, banyak pelajaran atas kekalahan umat Islam pada saat itu. Yaitu, dalam peperangan wajib tunduk pada perintah panglima perang yang saat itu dipimpin oleh Rasulullah. Karena tidak taat, maka akan mudah dikelabuhi oleh musuh. waktu itu, kaum kafir Quraisy dipimpin salah satu panglima perang terbaik yaitu Khalid bin Walid, yang nanti akhirnya masuk Islam. Bahkan, Khalid mendapat Gelar Syaifullah yang artinya pedang Allah.

Gunung dengan tinggi kurang lebih 350 meter ini berlokasi di utara kota Madinah. Anda bisa mengunjungi Masjid Al Fash, sekaligus ziarah makam para sahabat Nabi yang gugur saat perang Uhud. Di sini juga terdapat tempat Rasulullah melakukan shalat selesai perang Uhud.

Masjid Quba’

Tempat selanjutnya adalah Masjid Quba’. Masjid Quba adalah masjid yang dibangun oleh Rasulullah ketika hijrah yaitu pada tahun 1 Hijriyah atau tahun 622 Masehi. Masjid Quba juga menjadi masjid pertama umat Islam yang dipakai untuk Shalat Jumat. Jadi, banyak umat muslim yang ingin berkunjung di masjid bersejarah ini ketika umrah.

32.jpg

Photo by Hasan Taha on Unsplash

Masjid Quba tampak megah dengan warna putih sebagai ciri khasnya. Terdapat tiga pintu sebagai akses keluar masuk di Masjid Quba. Di bagian tengah, Anda dapat menemukan sumur serta tempat wudhu (sahn), sedangkan di area luar masjid Anda bisa berbelanja aneka macam kurma untuk oleh-oleh. Masjid ini terus mengalami pemugaran, sehingga masih tetap berdiri kokoh sampai sekarang ini. Jadi, sempatkan untuk berkunjung ke sini ya, saat melaksanakan umrah.

Gua Hira’

Gua Hira’ merupakan tempat di mana Rasulullah SAW menerima wahyu pertama kali. Anda juga dapat menyaksikan secara langsung tempat ini dari dekat, namun Anda harus dalam keadaan fisik yang fit untuk mencapai tempat ini. Karena, jalan menuju Gua Hira’ melintasi tebing yang lumayan curam. Jangan lewatkan mampir ke Gua Hira’ setelah melaksanakan rukun umrah untuk mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan.

Masjidil Haram

ketika menunaikan umrah, dapat dipastikan Anda selalu mengunjungi Masjidil Haram yang berlokasi di Kota Makkah. Sebab sebagian besar rukun umrah dilaksanakan di Masjidil Haram, mulai dari thawaf, sai, dan tahallul. Anda juga mendapat kesempatan berdoa di tempat-tempat mustajab antara lain Hijr Ismail yang terletak di dekat bangunan Ka’bah. Rasakan nikmatnya beribadah dan beri’tikaf ketika berkunjung ke Masjidil Haram.

Masjid Nabawi

Masjid selanjutnya yang wajib Anda singgahi adalah Masjid Nabawi. Masjid yang bertempat di Kota Madinah ini merupakan masjid utama yang digunakan oleh Rasulullah selama mendakwahkan agama Islam di Kota Madinah. Dahulu, Masjid ini masih di area rumah Rasulullah. Bahkan, Rasulullah juga dimakamkan di area masjid Nabawi.

33.jpg

 Photo by Afif Kusuma on Unsplash

Kerinduan pada Rasulullah bisa terobati saat Anda berada di Masjid Nabawi. Masjid yang disebut termasuk masjid terbesar di dunia ini selalu ramai oleh para jamaah umrah. Anda dapat mengunjungi Raudhah, salah satu tempat yang paling mustajab untuk memanjatkan doa.

Jannatul Baqi

Bagi Anda yang ingin ziarah makam, dapat berkunjung ke Jannatul Baqi di Kota Madinah. Di sanalah tempat dimakamkannya sebagian besar sahabat Rasulullah. Di tempat yang disebut Tree Garden of  Heaven (Jannatul Baqi’) ini Anda bisa mendoakan para sahabat yang dikubur di sana.

Jabal Tsur

Selanjutnya, tempat dengan sebutan yang tak asing lagi yakni Jabal Tsur. Ya, di Jabal Tsur terdapat tempat bersejarah yaitu Gua Tsur, tempat Nabu SAW bersembunyi selama tiga hari bersama sahabatnya yaitu Abu Bakar saat hijrah ke Madinah. Anda bisa menjadikan Jabal Tsur sebagai alternatif tempat untuk dikunjungi ketika umrah.

Pasar Ja’fariyah

Terakhir, tidak lengkap rasanya umrah tanpa membeli oleh-oleh saat kembali ke tanah air. Anda bisa mengunjungi Pasar Ja’fariyah yang terletak satu kilometer dari Masjidil Haram. Anda bisa berbelanja macam-macam camilan seperti kurma, kismis, dan sebagainya. Ada juga cinderamata seperti tasbih dan sajadah yang dapat Anda bawa untuk buah tangan keluarga dan sahabat.

Nah, itu dia tujuh tempat wisata religi yang bisa Anda kunjungi setelah melaksanakan ibadah umrah. Semoga ibadah umrah Anda diterima, dan bisa merasakan perjalanan yang lebih berkesan dengan berkunjung ke tempat-tempat tersebut.

Inilah Maqam Ibrahim, Batu Pijakan Nabi Ibrahim Saat Membangun Ka’bah

Saat mengerjakan ibadah haji ataupun umrah, Anda akan berkesempatan untuk menyaksikan banyak sekali tanda-tanda kebesaran Allah serta peninggalan zaman nabi. Baik di Masjidil Haram ataupun tempat-tempat lain di Kota Makkah dan Madinah. Salah satu peninggalan zaman nabi yang tak boleh Anda lupakan adalah Maqam Ibrahim.

Tetapi jangan salah, banyak yang mengira bahwa Maqam Ibrahim merupakan makam atau kuburan dari Nabi Ibrahim. Padahal, ini merupakan anggapan keliru yang kerap terdengar di masyarakat. Kemudian, apakah itu Maqam Ibrahim?

Pengertian Dari Maqam Ibrahim

Menurut bahasa, ‘maqam’ berarti ‘pijakan’. Maqam Ibrahim adalah tempat pijakan berbentuk batu yang digunakan Nabi Ibrahim saat membangun Ka’bah. Seperti yang Anda ketahui, Ka’bah adalah bangunan yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail oleh perintah Allah, yang sekarang menjadi bangunan suci yaitu kiblat bagi umat Islam saat menunaikan ibadah shalat.

Tentunya, keberadaan Maqam Ibrahim menjadi sangat berperan dalam proses pembangunan Ka’bah. Maqam Ibrahim menjadi peninggalan bersejarah yang cukup penting untuk umat Islam. Batu pada Maqam Ibrahim juga disebut sebagai salah satu dari batu yang diturunkan Allah dari surga, sedangkan batu yang lain adalah Hajar Aswad.

Saat Nabi Ibrahim membangun Ka’bah, Nabi Ismail yang membantu memberikan bongkahan-bongkahan batu kepada ayahnya kemudian diletakkan di bangunan Ka’bah. Semakin lama, bangunan tersebut semakin tinggi seperti yang dapat Anda lihat hingga sekarang. Dan, ajaibnya Maqam ibrahim atau batu yang menjadi pijakan ini akan ikut semakin tinggi seiring tingginya bangunan Ka’bah.

Maqam Ibrahim Dulu dan Sekarang

Begitulah ceritanya, hingga Maqam Ibrahim ini kemudian terdapat bekas tapak kaki Nabi Ibrahim di atas batu tersebut. Dahulu, tapaknya tampak jelas tetapi seiring waktu karena banyak disentuh dan diusap oleh manusia jadi tapak ini akhirnya menjadi tidak begitu jelas. Ada yang menyebutkan ukuran tapak kaki ini masing-masing panjangnya 27 cm, dengan lebar 14 cm serta tinggi 10 cm.

Maqam Ibrahim dulunya menyatu dengan bangunan Ka’bah, yakni menempel di dinding Ka’bah di sisi Hajar Aswad. Namun, seiring waktu letak Maqam Ibrahim berpindah tempat. Dan kini terpisah dari dinding Ka’bah, menjadi satu bangunan tersendiri yang berjarak sekitar 10 meter sebelah timur bangunan Ka’bah.

Dulunya, Maqam Ibrahim ini juga pernah berpindah posisi dari Ka’bah namun selalu kembali ke Ka’bah atas penjagaan dari Allah. Mengingat dulu banyak batu yang dijadikan sebagai berhala oleh kaum jahiliyah, akan tetapi Maqam Ibrahim tidak pernah dijadikan sesembahan oleh mereka.

Ketika memasuki Masjidil Haram, Anda akan bisa mengenali Maqam Ibrahim ini mengingat bentuknya yang cukup menarik perhatian dan berada di dekat Ka’bah. Maqam Ibrahim yang sekarang ditempatkan di sebuah bangunan kecil. Batu yang terdapat bekas tapak kaki Nabi Ibrahim tersebut telah dilapisi dengan perak dan disimpan dalam bangunan berbentuk sangkar burung yang berlapis warna keemasan.

Maqam Ibrahim Sebagai Tempat Shalat

Keutamaan lain dari Maqam Ibrahim adalah Allah telah jadikan Maqam Ibrahim menjadi tempat shalat sebagaimana disebutkan dalam Al Quran. Suatu ketika, saat Nabi Muhammad SAW menunaikan haji dan menjalani thawaf, Umar bin Khattab pernah bertanya kepada Rasulullah, 

”Apakah itu Maqam bapak kita (Nabi Ibrahim)?” Kemudian Rasulullah SAW menjawab, “Ya, itu adalah Maqam Ibrahim.”

Kemudian Umar bertanya lagi, “Tidakkah kita menjadikannya tempat untuk shalat?”

Dan Allah pun menurunkan ayat 125 dari surat Al Baqarah yang bunyinya, “Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim tempat untuk shalat.” Maka, sejak saat itu Rasulullah melaksanakan shalat 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim tersebut selepas melakukan thawaf sebanyak 7 kali putaran. Hal ini menjadi sunnah yang bisa Anda amalkan saat melaksanakan haji dan umrah.

Dalam lanjutan ayat 126, ada doa yang diucapkan oleh Nabi Ibrahim di sekitar Maqam tersebut. Doanya sebagai berikut, “Ya Tuhan kami, jadikanlah kota ini negeri yang aman serta anugerahkan rezeki kepada penduduknya, di antaranya buah-buahan bagi mereka yang beriman kepada Tuhan, Hari Kemudian.” (QS. Al-Baqarah:126)

Selain itu, dalam surat Al Quran yang lain Allah berfirman bahwa terdapat tanda-tanda yang nyata pada Maqam Ibrahim seperti ayat berikut:

“Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) maka mereka aman.” (QS. Ali Imran: 96-97)

Sungguh, banyak keistimewaan yang ada pada Maqam Ibrahim ini. Jika Anda berkesempatan untuk melaksanakan ibadah di tanah suci, jangan lupa untuk shalat sunnah dan memperbanyak doa di Maqam Ibrahim. Sebab, tempat ini menjadi salah satu tempat yang mustajab untuk berdoa. Berdoalah dengan sungguh-sungguh, dengan penuh pengharapan, supaya Allah kabulkan setiap doa-doa Anda.

45.jpg

Photo by Haidan on Unsplash

Itu dia penjelasan tentang Maqam Ibrahim. Jadi, jangan salah lagi ya! Maqam Ibrahim yang dimaksud di sini bukan makam atau tempat penguburan yang biasa disebut dalam bahasa Indonesia. Sebagai informasi lain bagi Anda, makam atau tempat dikuburkannya Nabi Ibrahim adalah di Hebron, Palestina. Sedangkan Maqam Ibrahim yang ada di Masjidil Haram atau dekat dengan Ka’bah adalah tempat pijakan Nabi Ibrahim AS saat membangun Ka’bah bersama Nabi Ismail.

Nah, itulah beberapa informasi menarik tentang keutamaan Maqam Ibrahim. Semoga Anda dan kita semua umat muslim dari seluruh dunia dapat menyaksikan secara langsung peninggalan sejarah Nabi Ibrahim tersebut. Semoga kita dimampukan untuk menunaikan ibadah haji dan umrah di Baitullah ya!

Open chat
Assalamualaikum...
Mohon info paket umroh