Tips Umroh Bersama Balita: Cara Mudah dan Aman Melakukan Ibadah Umroh dengan Anak Kecil

Melakukan umroh bersama balita tentu memerlukan persiapan yang lebih matang dan ekstra hati-hati dibandingkan melakukan umroh sendirian atau dengan orang dewasa. Hal ini karena balita memerlukan perhatian yang lebih dan perlengkapan yang berbeda dibandingkan orang dewasa. Namun, dengan beberapa tips yang tepat dan persiapan yang baik, Anda dapat menyempurnakan perjalanan umroh bersama anak kecil Anda dan membuatnya menjadi pengalaman yang indah dan menyenangkan bagi keluarga.

 

1. Pilih Waktu Umroh yang Tepat

Bulan Oktober-Desember merupakan waktu yang tepat untuk melakukan umroh bersama balita. Musim dingin di Arab Saudi membuat suhu udara lebih sejuk dan nyaman sehingga memudahkan anak untuk beradaptasi dan menghindari masalah kesehatan seperti sakit atau rewel karena kepanasan. Selain itu, pastikan untuk menghindari waktu libur sekolah agar tidak terlalu ramai di tempat tujuan.

2. Perhatikan Kesehatan di Kecil

Sebelum melakukan perjalanan, pastikan bahwa balita dalam kondisi sehat dan tidak sedang sakit. Juga, bawalah obat-obatan darurat yang diperlukan dan pastikan untuk mengikuti semua saran dari dokter. Ini termasuk vaksinasi yang dibutuhkan sesuai dengan destinasi yang dituju.

3. Pastikan Selalu Siap Sedia Semua Perlengkapan Anak

Pastikan untuk membawa semua perlengkapan yang diperlukan selama perjalanan, seperti popok, botol susu, dan mainan. Jangan lupa untuk membawa pakaian cadangan yang cocok untuk cuaca di tempat tujuan. Jangan lupakan juga untuk membawa perlengkapan mandi seperti sabun, shampoo, dan handuk yang cocok untuk balita.

4. Urus Kelengkapan Persyaratan Umroh untuk Anak

Pastikan untuk mengurus semua persyaratan yang diperlukan untuk anak sebelum berangkat. Ini termasuk dokumen seperti paspor dan vaksinasi. Jangan lupa untuk mengecek kembali persyaratan yang dibutuhkan sebelum berangkat, karena persyaratan ini dapat berubah dari waktu ke waktu.

5. Sediakan Cadangan Makanan untuk Anak dari Tanah Air

Selama perjalanan, pastikan untuk membawa makanan yang cocok untuk balita, seperti biskuit dan susu. Juga, pastikan untuk membawa makanan khas dari tanah air yang dapat diberikan pada anak jika dia tidak menyukai makanan di tempat tujuan. Ini akan membantu anak tetap merasa nyaman dan mengurangi risiko rewel karena kesulitan menemukan makanan yang disukainya.

6. Siap Sedia Mainan untuk Anak

Membawa mainan yang menyenangkan akan membantu menghilangkan rasa bosan selama perjalanan. Ini juga akan membantu menjaga anak tetap tenang dan damai. Jangan lupa untuk membawa buku gambar, buku cerita atau mainan yang dapat digunakan untuk mengisi waktu luang selama perjalanan.

7. Bawa Kereta Dorong Anak bila Diperlukan

Bawa kereta dorong anak jika diperlukan untuk membuat perjalanan lebih nyaman. Ini akan membantu dalam mengatasi kesulitan saat berjalan di tempat yang ramai. Jangan lupa untuk membawa perlengkapan yang dibutuhkan untuk kereta dorong seperti bantal dan selimut, karena anak dapat merasa lelah selama perjalanan.

Umroh adalah ibadah yang sangat penting dalam agama Islam. Namun, melakukan umroh bersama balita tentu memerlukan persiapan yang lebih matang dan ekstra hati-hati. Dengan mengikuti tips yang telah disebutkan di atas, Anda dapat memastikan bahwa perjalanan umroh bersama balita Anda akan berlangsung dengan lancar dan selamat.

Jika Anda tertarik untuk merencanakan umroh bersama balita, Anda dapat menghubungi kami melalui melalui nomor telepon 081240417622. Kami akan dengan senang hati menjawab pertanyaan Anda dan membantu Anda dalam merencanakan perjalanan umroh yang indah dan menyenangkan bersama balita Anda. Kami juga dapat membantu Anda dalam mengurus persyaratan dan pemesanan tiket, serta memberikan rekomendasi paket umroh yang sesuai dengan kebutuhan keluarga Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami dan kami akan membantu Anda dalam merencanakan perjalanan umroh yang tak terlupakan bersama balita Anda. Selamat berumroh dan semoga Allah meridhoi perjalanan Anda.

Keuntungan Melaksanakan Ibadah Umroh di Bulan Februari

Umroh adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam yang hampir mirip dengan ibadah haji. Ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa rangkaian ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram. Dengan letak Kota Makkah yang berada di Arab Saudi yang tentunya memiliki iklim yang berbeda dengan di Indonesia, menjalankan ibadah rangkaian ibadah umroh mungkin akan sedikit berat dilakukan oleh sebagian orang jika tidak memilih waktu yang tepat untuk melaksanakannya.

Bagi yang masih memilih waktu untuk menjalankan ibadah umroh,  Bulan Februari bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk menjalankan, karena masih dalam rangkaian awal tahun dan memiliki banyak keuntungan, antara lain:

    1. Suhu di Arab Saudi yang memiliki iklim gurun pada bulan Februari 2023 cukup bersahabat, relatif lebih sejuk dan nyaman. Suhu sekitar 19 derajat sampai dengan 28 derajat Celcius. Tingkat suhu tersebut sama dengan di Indonesia, sehingga Jamaah tidak perlu kaget atau merasa terganggu dengan cuaca disana.
    2. Februari sebagai bulan awal musim Umroh sehingga suasana kota Makkah dan Madinah masih cukup nyaman, sebab jumlah jamaah belum membludak serta menghindari jamaah yang padat berdesak-desakan.
    3. Umroh Februari 2023 menjadi amalan bulan Rajab. jika ingin memperoleh banyak pahala dan balasan amal kebaikan yang lebih baik, maka umroh dibulan Rajab bisa menjadi pilihannya. Keutamaan Bulan Rajab, ia merupakan salah satu dari bulan haram. Di mana bulan haram ini adalah bulan yang dimuliakan. Bulan ini adalah yang dilarang keras melakukan maksiat, serta diperintahkan bagi kita untuk beramal sholih salah satunya dengan manjalankan ibadah umroh.

Dalil yang menyebutkan tentang keutamaan umroh antara adalah salah satu hadist di bawah ini:

Dari Abdullah, Rasulallah SAW bersabda:

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387)

Awal tahun menjadi moment yang paling tepat dan terbaik untuk menjalankan Ibadah Umroh ke Tanah Suci. Salah satunya dengan mendaftar program Umroh Pemberdaya Kebaikan di AL-MARWAH UMROH yang insyaallah akan dilaksanakan pada bulan Februari 2023. Mari sempurnakan niat ke Tanah Suci untuk membuka awal tahun dengan hal yang baik, beribadah, bermuhasabah untuk menjadikan diri jauh lebih baik kedepannya.

TATA CARA DAN HUKUM BADAL HAJI

Badal haji merupakan wakil haji atau seseorang yang melaksanakan ibadah haji untuk menggantikan orang lain yang tak bisa menunaikan haji, semisal karena meninggal dunia.

Dalil Badal Haji Sesuai Sunnah

Disebutkan dalam hadits shahih, ada seorang laki-laki yang menceritakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sungguh ada kewajiban yang mesti hamba tunaikan pada Allah. Aku mendapati ayahku sudah berada dalam usia senja, tidak dapat melakukan haji dan tidak dapat pula melakukan perjalanan. Apakah mesti aku menghajikannya?” “Hajikanlah dan umrohkanlah dia”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Ahmad dan An Nasai).

Yang dimaksud dengan Badal Haji Sesuai Sunnah yaitu, melaksanakan Badal Haji sesuai petunjuk dan tuntunan yang Allah berikan melalui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Berikut adalah ketentuan yang perlu diperhatikan dalam badal haji, diantaranya adalah:

  1. Tidak sah badal haji dari orang yang mampu melakukan haji Islam dengan badannya
  2. Badal haji hanya untuk orang sakit yang tidak bisa diharapkan sembuhnya, atau untuk orang yang tidak mampu secara fisik, atau untuk orang yang telah meninggal dunia
  3. Membadalkan haji bukan untuk orang yang tidak mampu secara harta. Karena jika yang dibadalkan hajinya itu miskin (tidak mampu berhaji dilihat dari hartanya), maka gugur kewajiban haji untuknya. Membadalkan haji cuma untuk orang yang tidak mampu secara fisik saja.
  4. Tidak boleh seseorang membadalkan haji orang lain kecuali ia telah menunaikan haji yang wajib untuk dirinya. Jika ia belum berhaji untuk diri sendiri lantas ia menghajikan orang lain, maka hajinya akan jatuh pada dirinya sendiri.
  5. Wanita boleh membadalkan haji laki-laki, begitu pula sebaliknya.
  6. Tidak boleh seseorang membadalkan haji dua orang atau lebih dalam sekali haji.
  7. Tidak boleh bagi seorang pun membadalkan haji dengan maksud untuk cari harta. Seharusnya tujuannya membadalkan haji adalah untuk melakukan ibadah haji dan sampai ke tempat-tempat suci serta berbuat baik kepada saudaranya dengan melakukan badal haji untuknya.
  8. Pahala amalan haji apakah untuk yang membadalkan ataukah yang dibadalkan? Lebih afdhol, anak membadalkan haji kedua orang tuanya atau kerabat membadalkan haji kerabatnya. Namun jika orang lain selain kerabat yang membadalkan, juga boleh.
  9. Seharusnya betul-betul perhatian untuk memilih orang yang membadalkan haji yaitu carilah orang yang amanat dan memahami benar ibadah haji.

Para ulama menjelaskan bahwa ada tiga syarat boleh membadalkan haji:

  1. Orang yang membadalkan adalah orang yang telah berhaji sebelumnya.
  2. Orang yang dibadalkan telah meninggal dunia atau masih hidup namun tidak mampu berhaji karena sakit atau telah berusia senja.
  3. Orang yang dibadalkan hajinya mati dalam keadaan Islam. Jika orang yang dibadalkan adalah orang yang tidak pernah menunaikan shalat seumur hidupnya, ia bukanlah muslim sebagaimana lafazh tegas dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, alias dia sudah kafir. Sehingga tidak sah untuk dibadalkan hajinya. (Sumber: hajifuroda.id)
Open chat
Assalamualaikum...
Minta info paket umroh